Kamis, 27 Agustus 2020
Minggu, 23 Agustus 2020
Membandingkan Bilangan Pecahan
A.
Arti Pecahan
B.
Menyederhanakan Bilangan Pecahan
C.
Membandingkan Dua Pecahan
1.
Membandingkan dua pecahan berpenyebut sama cukup dengan membandingkan
pembilangnya.
Jika pembilang suatu pecahan lebih dari pembilang pecahan yang lain,
nilai pecahan tersebut lebih dari nilai pecahan yang lain, dan sebaliknya.
Contoh:
2.
Membandingkan dua pecahan berpenyebut tidak sama dilakukan dengan
menyamakan penyebutnya terlebih dahulu, lalu membandingkan pembilangnya.
Contoh:
Rabu, 05 Agustus 2020
OPERASI HITUNG CAMPURAN
A. Pengertian Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat
Operasi
hitung campuran adalah operasi hitung bilangan yang memuat sekurang-kurangnya
dua tanda operasi hitung berbeda.
Misalnya:
a.
5 + (-2) x 4 ¬ memuat tanda operasi hitung
+ dan x
b.
-6 + 18 : 3 – 12 ¬ memuat tanda operasi hitung
+, :, dan -
c.
4 + (-9) x (-16) – 25 ¬ memuat tanda operasi hitung
+, x, dan -
B. Aturan Operasi Hitung Campuran
Dalam
operasi hitung campuran menggunakan aturan atau urutan pengerjaan berikut:
a.
Kerjakan terlebih dahulu operasi dalam kurung.
b.
Kerjakan perkalian atau pembagian.
c.
Kerjakan penjumlahan atau pengurangan.
d. Pada penjumlahan dan
pengurangan yang berurutan, maka dikerjakan dari depan. Begitu juga pada
perkalian dan pembagian yang berurutan, maka dikerjakan dari depan:
Perhatikan
contoh berikut:
(-15 +
(-12)) : (-3) – 10 x (-2) ¬ dalam kurung dan perkalian
didahulukan
= -27 :
(-3) – (-20)
= 9 –
(-20)
= 9 + 20
= 29
Dalam operasi hitung
campuran ini yang perlu ditekankan adalah bentuk perkalian dan pembagian harus
didahulukan daripada penjumlahan atau pengurangan.
C. Sifat – sifat dalam Operasi Hitung Campuran
Dalam
operasi hitung campuran berlaku sifat distributive perkalian terhadap
penjumlahan/ pengurangan
a x (b +
c) = (a x b) + (a x c)
a x (b –
c) = (a x b) – (a x c)
contoh:
-5 x (4
+ 8) =
-5 x 4 + (-5) x 8
-6 x (-5
– 4) = -6 x (-5) – (-6) x 4
1. Tentukan hasil operasi hitung bilangan bulat berikut:
b. -12 : (-3) + 6 x (-7)
2. Seorang pedagang dalam bergadang selama satu minggu mengalami untung dan rugi. Pedagang tersebut untung Rp100.000,00 sebanyak dua kali, rugi Rp25.000,00 sebanyak 3 kali, dan untung Rp150.000,00 sebanyak 2 kali. Tentukan jumlah pendapatan pedagang tersebut selama satu minggu.
3. Suhu udara di kota X pada pukul 06.00 tercatat -60C. Ssetiap jam suhu udara naik 30C. Tentukan suhu udara di kota X pada pukul 11.00.
PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN BULAT
A. PERKALIAN BILANGAN BULAT
Operasi perkalian adalah operasi
penjumlahan berulang.
Contoh:
Andi membeli sirup obat batuk di apotek. Dalam aturan
minum, Andi harus meminum obat itu sebanyak 3 x 1 sendok teh. Berapa sendok teh
Andi harus minum dalam sehari?
Jawab:
Dalam aturan minum Andi harus minum 3 x 1 sendok teh.
Berarti Andi harus minum sehari 3 kali, yaitu pagi, siang, dan sore hari. Dan
setiap minum obat sirup tersebut hanya 1 sendok teh. Jadi, jika ditulis dalam
kalimat matematika 3 x 1 adalah:
= 1 sendok teh di pagi hari + 1 sendok teh di siang hari + 1 sendok teh di sore hari
= 1 + 1 + 1
= 3 sendok teh
Jadi dalam operasi perkalian berlaku:
Jika a x b maka merupakan penjumlahan berulangan
bilangan b sebanyak a suku atau dapat ditulis sebagai berikut.
1. Operasi Perkalian Bilangan Bulat
Pada bilangan bulat terdapat bilangan bulat positif
dan bilangan bulat negatif. Jika bilangan bulat positif dimisalkan (+) dan
bilangan bulat negatif dimisalkan (-), maka pada perkalian bilangan bulat
berlaku:
2. Sifat – Sifat Perkalian Bilangan Bulat
a. Komutatif (pertukaran)
Perkalian dua bilangan bulat selalu sama.
1) 3 x (-2) = (-2) x 3 = -6
2) -4 x (-6) = -6 x (-4) = 24
b. Asosiatif (pengelompokan)
Contoh:
3 x [(-4) x 5] = 3 x (-20) [3 x (-4)] x 5 = -12 x 5
= -60 = -60
c. Distributif (penyebaran)
1)
Distributif perkalian terhadap penjumlahan
Contoh:
a) 4 x (3 + 2) =
(4 x 3) + (4 x 2)
4 x 5 =
12 + 8
20 =
20
b) 3 x [2 + (-5)] =
(3 x 2) + [3 x (-5)]
3 x (-3) = 6 + (-15)
-9 =
-15
2) Distributif perkalian terhadap pengurangan
Contoh:
a) 2 x (5 – 3) =
(2 x 5) – (2 x3)
2 x 2 = 10 – 6
4 =
4
b) 5 x [4 – (-2)] =
(5 x 4) – [5 x (-2)]
5 x 6 = 20 – (-10)
30 =
30
d. Unsur Identitas
Bilangan bulat jika dikalikan
dengan unsur identitas maka hasilnya
bilangan itu sendiri.
Unsur identitas pada perkalian bilangan bulat adalah 1
(satu).
Contoh:
1) 3 x 1 = 1 x 3 = 3
2) -4 x 1 = 1 x (-4) = -4
e. Tertutup
Hasil dari perkalian dua bilangan
bulat adalah bilangan bulat
Contoh:
1) 2 x 3 = 6
2) 4 x (-2) = -8
3) -3 x 5 = -15
4) -2 x (-6) = 12
f.
Sifat bilangan nol
Perkalian bilangan bulat dengan bilangan nol atau sebaliknya
maka akan menghasilkan nilai 0 (nol).
Contoh:
1) 4 x 0 = 0 x 4 = 0
2) -3 x 0 = 0 x (-3) = 0
B. PEMBAGIAN BILANGAN BULAT
Pengerjaan hitung pembagian merupakan pengurangan berulang sampai habis. Pengerjaan hitung pembagian juga merupakan invers (kebalikan) dari perkalian.
10 : 5 = 10 – 5 – 5 = 0 sehingga 10 : 5 = 2 atau 10 : 5 = 2 karena 5 x 2 = 10
12 : 4 = 12 – 4 – 4 – 4 = 0 sehingga 12:4=3 atau 12:4=3 karena 4 x 3 = 12
Kesimpulannya:
Jika a, b, dan c adalah bilangan bulat maka berlaku:
Sifat – sifat pembagian dua bilangan
bulat sebagai berikut:
1.
Jika
bilangan bulat positif dimisalkan (+) dan bilangan bulat negatif dimisalkan
(-), maka pada pembagian bilangan bulat berlaku:
a) 10 : 2 =
5
b) 10 : (-2) =
-5
c) -10 : 2 =
-5
d) -10 : (-2) = 5
2. Tidak bersifat tertutup
Hasil dari pembagian dua bilangan bulat belum tentu
merupakan bilangan bulat.
Contoh:
3. Untuk a bilangan bulat dan a ≠ 0 berlaku 0 : a = 0
Contoh:
a) 0 : 13 =
0
b) 0 : (-6) =
0
4. Setiap bilangan bulat dibagi 0 (nol) hasilnya tidak
terdefinisi
Contoh:
a) 5 : 0 =
tidak didefinisikan
b) -11 : 0 =
tidak didefinisikan
1. Tentukan hasil operasi perkalian berikut:
2. Tentukan hasil operasi pembagian berikut:
3. Suhu besi yang didinginkan turun sebesar 2oC
setiap 3 menit. Tentukan:
4.
Amir
dan Drajat memelihara ayam. Ayam Amir sebanyak lima kandang dengan setiap
kandang berisi 30 ekor. Ayam Drajat sebanyak enam kandang dengan setiap kandang
berisi 5 kurang dari isi kandang Amir. Tentukan banyak ayam yang dimiliki Amir
dan Drajat.
CATATAN GURU PENGGERAK
Proses pembelajaran dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) merupakan sebuah perjalanan panjang. Dalam sembilan bulan, Calon Guru Pe...
-
Pengertian dan Contoh Bilangan Bulat Dari skema di atas, dapat dilihat bahwa bilangan bulat termasuk bilangan rasional yang merupakan bagian...
-
d. Pernahkah kalian menemukan latihan soal seperti ini? 1 + 2 + 3 + 4 + … + 64 berapakah nilai ...
-
Operasi pada bilangan bulat dapat dikerjakan dengan bantuan garis bilangan. Bilangan bulat positif berarti melangkah ke arah kanan sedangkan...